Cara Menanam Kacang Tanah yang Mudah dan Menguntungkan untuk Pemula
- account_circle Raya Farm Bogor
- calendar_month 16/12/2025
- visibility 20
- comment 0 komentar
- label Budidaya Tanaman
Cara menanam kacang tanah yang mudah dan menguntungkan untuk pemula bisa menjadi pilihan usaha tani yang menjanjikan. Kacang tanah tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga relatif mudah ditanam, terutama bagi yang baru memulai. Berikut langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh para pemula dalam menanam kacang tanah.
Persiapan Lahan
Pertama-tama, persiapkan lahan yang sesuai untuk menanam kacang tanah. Tanah yang baik harus gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Pastikan lahan bebas dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya. Setelah itu, lakukan pengolahan tanah dengan cara mencangkul atau membajak hingga kedalaman sekitar 20-30 cm. Hal ini bertujuan agar akar kacang tanah dapat tumbuh dengan baik.
Setelah tanah siap, buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 15-20 cm. Jarak antar bedengan sebaiknya 40-50 cm agar memudahkan akses saat merawat tanaman. Selain itu, pastikan kondisi lahan tidak tergenang air karena dapat menyebabkan busuk akar.
Pemilihan Benih
Pemilihan benih kacang tanah sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pilih benih yang berkualitas, berkecambah baik, dan bebas dari hama maupun penyakit. Untuk pemula, disarankan menggunakan benih unggul yang telah diuji kualitasnya. Sebelum ditanam, rendam benih selama 12-24 jam dalam air bersih untuk meningkatkan kecepatan perkecambahan.
Setelah direndam, keringkan benih di bawah sinar matahari pagi sebelum ditanam. Penyemaian benih dapat dilakukan secara langsung di lahan atau dalam wadah terlebih dahulu. Namun, untuk pemula, penanaman langsung di lahan lebih efektif dan hemat waktu.
Teknik Penanaman
Lakukan penanaman kacang tanah dengan jarak antar baris sekitar 30-40 cm dan jarak antar tanaman sekitar 10-15 cm. Lubangi tanah dengan kedalaman sekitar 5-7 cm, lalu masukkan satu biji kacang tanah ke dalam lubang tersebut. Tutup kembali lubang dengan tanah dan padatkan sedikit agar benih menempel dengan baik.
Setelah penanaman selesai, siram air secara rutin agar tanah tetap lembap. Namun, hindari terlalu banyak air karena dapat menyebabkan kerusakan pada akar. Penyiraman biasanya dilakukan setiap 2-3 hari sekali, tergantung pada kondisi iklim dan jenis tanah.
Perawatan Tanaman

Perawatan kacang tanah meliputi pemberian pupuk, pengendalian hama, dan penyiangan. Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dapat diberikan setelah tanaman berumur 1-2 minggu. Selain itu, tambahkan pupuk NPK dengan dosis sesuai petunjuk untuk meningkatkan pertumbuhan.
Untuk pengendalian hama, lakukan pemeriksaan rutin setiap 3-5 hari. Hama umum yang sering menyerang kacang tanah adalah ulat, belalang, dan kutu. Gunakan pestisida alami atau kimia sesuai kebutuhan. Selain itu, lakukan penyiangan secara berkala untuk menghindari kompetisi nutrisi antar tanaman.
Panen dan Pascapanen
Waktu panen kacang tanah biasanya terjadi setelah tanaman berumur sekitar 90-120 hari. Tanda-tanda kacang tanah siap panen adalah daun mulai menguning dan batang kering. Lakukan panen dengan cara mencabut tanaman dari akarnya, lalu kumpulkan dan keringkan di bawah sinar matahari.
Setelah kering, lakukan proses sorting atau pemilahan kacang tanah berdasarkan ukuran dan kualitas. Kacang tanah yang sudah siap dipasarkan dapat dikemas dalam kantong plastik atau karung dan disimpan di tempat yang kering dan ventilasi baik. Dengan perawatan yang tepat, usaha menanam kacang tanah bisa memberikan keuntungan yang besar bagi pemula.

Saat ini belum ada komentar