Cara Menanam Daun Bawang Dari Benih Hingga Panen yang Mudah dan Efisien
- account_circle Raya Farm Bogor
- calendar_month 15/12/2025
- visibility 14
- comment 0 komentar
- label Tanaman
Cara menanam daun bawang dari benih hingga panen bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menguntungkan. Daun bawang, atau biasa disebut dengan Allium fistulosum, adalah tanaman yang sangat populer di berbagai masakan Asia, termasuk Indonesia. Tidak hanya enak, daun bawang juga kaya akan nutrisi seperti vitamin A, C, dan zat besi. Menanamnya sendiri tidak terlalu sulit, asalkan Anda memahami langkah-langkah dasarnya. Berikut adalah panduan lengkap untuk menanam daun bawang mulai dari penggunaan benih hingga proses panen.
Persiapan Tanah dan Waktu Tanam
Pertama-tama, pastikan tanah yang akan digunakan sudah siap. Tanah yang baik untuk menanam daun bawang adalah tanah gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Jika tanah terlalu lembab, bisa menyebabkan akar busuk. Bersihkan lahan dari gulma dan batu-batuan, lalu olah tanah hingga mendalam. Setelah itu, tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Waktu tanam yang ideal untuk daun bawang adalah pada musim kemarau atau awal musim hujan. Suhu yang ideal berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celsius. Jika Anda menanam di pot, pastikan ukuran pot cukup besar agar akar dapat tumbuh dengan baik.
Penggunaan Benih dan Penyemaian

Daun bawang bisa ditanam dari biji atau dari batang bawang. Namun, untuk pemula, menggunakan biji lebih direkomendasikan karena lebih mudah dan murah. Biji daun bawang bisa ditemukan di toko pertanian atau pasar tradisional. Sebelum menanam, rendam biji selama 12-24 jam dalam air bersih untuk meningkatkan daya tetas.
Setelah direndam, letakkan biji di atas media tanam yang lembab, seperti campuran tanah dan pasir. Tutup dengan lapisan tipis tanah dan siram secara rutin. Dalam waktu 5-7 hari, biji akan mulai bertunas. Setelah tunas mencapai tinggi sekitar 5 cm, pindahkan ke lahan utama atau pot.
Perawatan Tanaman
Perawatan daun bawang cukup sederhana. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari langsung minimal 4-6 jam sehari. Siram tanaman setiap hari atau saat tanah terasa kering. Hindari penyiraman berlebihan karena bisa menyebabkan akar busuk.
Lakukan penyiangan secara berkala untuk menghindari kompetisi nutrisi antara tanaman dan gulma. Jika tanaman mulai tumbuh lebat, lakukan pemupukan dengan pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) setiap 2 minggu sekali. Pemupukan ini akan membantu pertumbuhan daun yang lebih cepat dan sehat.
Proses Panen
Daun bawang biasanya siap dipanen dalam waktu 30-45 hari setelah tanam. Saat daun telah mencapai tinggi sekitar 20-30 cm dan terlihat hijau segar, saatnya untuk memanen. Caranya adalah dengan memotong bagian daun dari pangkalnya, tetapi jangan sampai merusak akar agar tanaman bisa tumbuh kembali.
Jika ingin hasil panen yang lebih banyak, Anda bisa memanen secara bertahap. Setiap kali memotong, biarkan bagian akar tetap ada sehingga tanaman bisa terus tumbuh. Hasil panen bisa langsung digunakan dalam masakan atau disimpan dalam kulkas selama beberapa hari.
Manfaat dan Tips Tambahan
Menanam daun bawang tidak hanya memberikan pasokan bahan baku masakan, tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan jika dilakukan secara skala besar. Selain itu, daun bawang juga bisa digunakan sebagai bahan alami untuk menjaga kesehatan tubuh.
Untuk hasil yang optimal, hindari penggunaan pestisida kimia yang berlebihan. Gunakan pestisida alami seperti neem oil atau larutan sabun untuk mengendalikan hama. Selain itu, pastikan ventilasi di area tanaman cukup agar tidak terjadi penyakit jamur.
[IMAGE: cara menanam daun bawang dari benih hingga panen yang mudah dan efisien]

Saat ini belum ada komentar